PROPENAJAM.COM – Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI mengecam keras tindakan Israel yang mencegat armada kapal bantuan kemanusiaan Sumud Global Flotilla yang tengah berlayar menuju Gaza. Armada tersebut diketahui membawa bantuan medis, logistik pangan, serta relawan internasional untuk membantu warga Palestina yang mengalami krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera menegaskan bahwa DPR RI memandang tindakan Israel tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip kemanusiaan serta hukum internasional. Ia menyatakan pencegatan terhadap kapal bantuan kemanusiaan tidak dapat dibenarkan karena misi tersebut bertujuan menyalurkan bantuan kepada masyarakat sipil yang terdampak konflik.
“BKSAP DPR RI mengecam keras tindakan Israel yang menghadang kapal-kapal kemanusiaan. Ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan” tegas Mardani di Jakarta.
Mengutip laporan Agence France-Presse (AFP), armada Sumud Global Flotilla terdiri dari sedikitnya 45 kapal yang membawa sekitar 500 peserta. Para peserta tersebut berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari anggota parlemen, pengacara, aktivis kemanusiaan hingga tokoh dunia yang menyatakan solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Di antara tokoh yang turut bergabung dalam misi kemanusiaan tersebut adalah Mandla Mandela, cucu dari tokoh anti-apartheid dunia Nelson Mandela, serta sejumlah legislator dari negara-negara Eropa yang ikut menyuarakan dukungan terhadap penyaluran bantuan bagi warga Gaza.
Namun pada Kamis (2/10/2025) dini hari waktu setempat, sekitar 120 kilometer dari pesisir Jalur Gaza, armada kapal bantuan tersebut dihadang oleh sekitar 20 kapal militer Israel. Dalam laporan yang beredar, sedikitnya 13 kapal dari rombongan tersebut telah dicegat dan dipaksa berhenti oleh otoritas Israel.
Situasi tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak internasional, termasuk dari parlemen Indonesia melalui BKSAP DPR RI. Mardani Ali Sera menegaskan bahwa komunitas internasional tidak boleh tinggal diam terhadap tindakan yang berpotensi menghambat penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat sipil.
Ia menyebut bahwa BKSAP DPR RI mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya Dewan Keamanan PBB, serta berbagai organisasi internasional untuk mengambil langkah tegas agar akses bantuan kemanusiaan ke Gaza dapat dibuka tanpa hambatan.
Selain mengecam tindakan pencegatan tersebut, Mardani juga menyampaikan apresiasi terhadap gerakan solidaritas internasional yang diwujudkan melalui armada Sumud Global Flotilla. Menurutnya, kehadiran relawan dari berbagai negara menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan lintas bangsa tetap kuat dalam memperjuangkan hak rakyat Palestina.
“Gerakan Flotilla adalah bukti nyata bahwa solidaritas masyarakat sipil lintas negara tidak bisa dibungkam. Kami memberikan apresiasi tinggi bagi relawan, tokoh, dan berbagai elemen masyarakat yang dengan keberanian dan ketulusan hati ikut serta dalam misi kemanusiaan ini,” ujar Mardani Ali Sera.
Ia juga menegaskan bahwa DPR RI melalui BKSAP akan terus menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina di berbagai forum internasional. Beberapa forum yang akan dimanfaatkan antara lain Inter-Parliamentary Union (IPU), Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC), serta ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA).
Melalui forum-forum tersebut, DPR RI berharap isu kemanusiaan di Gaza tetap menjadi perhatian dunia internasional serta mendorong adanya langkah konkret untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. (akpn)







Be First to Comment