PROPENAJAM.COM – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menargetkan produksi beras nasional 2026 mencapai 34,77 juta ton sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan. Target tersebut menjadi fokus utama kebijakan ketahanan pangan nasional yang diarahkan untuk mengurangi ketergantungan impor dan menjaga stabilitas pasokan beras dalam negeri.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan target tersebut saat memimpin rapat koordinasi di Jakarta pada Selasa (6/1/2026). Pemerintah menilai peningkatan produksi beras menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kami tidak main-main. Angka 34,77 juta ton ini adalah benteng pertahanan kedaulatan kita. Jika target ini tercapai, tidak ada lagi ruang bagi impor beras masuk. Ini adalah sinyal kiamat bagi para mafia pangan yang mencoba bermain di tengah kesulitan rakyat,” tegas Mentan Amran Sulaiman.
Kementerian Pertanian menjelaskan peningkatan target produksi beras akan dicapai melalui sejumlah strategi utama. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyebutkan pemerintah akan melakukan optimalisasi lahan pertanian serta memperluas areal tanam baru hingga sekitar satu juta hektare, terutama di wilayah Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan program pompanisasi massal melalui penempatan lebih dari 100.000 unit pompa air di berbagai daerah. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan tadah hujan menjadi lahan yang mampu menghasilkan panen hingga tiga kali dalam setahun.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan benih unggul dan pupuk subsidi untuk meningkatkan hasil produksi. Penyaluran pupuk direncanakan menggunakan sistem i-Pubers pupuk subsidi agar lebih tepat sasaran, sekaligus didukung penggunaan varietas benih unggul yang lebih tahan terhadap perubahan iklim.
Dukungan terhadap peningkatan produksi beras juga datang dari sektor hilir. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyatakan pemerintah akan memastikan penyerapan hasil panen petani berjalan optimal melalui peran Bulog serap gabah petani.
“Sesuai arahan Presiden, kami memastikan Bulog akan menyerap hasil produksi petani dengan harga yang kompetitif. Target produksi 34,77 juta ton ini harus diikuti dengan kepastian harga gabah di tingkat petani di kisaran Rp6.500 – Rp7.000 per kg agar mereka semangat menanam,” ujarnya.
Pemerintah berharap peningkatan produksi beras nasional pada 2026 dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di dalam negeri. Kebijakan ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta memberikan kepastian pasar bagi petani di berbagai daerah. (akpn)







Be First to Comment