Press "Enter" to skip to content

Angka Pengangguran RI Masih Tinggi, 7,46 Juta Orang Belum Bekerja

Oplus_131072

PROPENAJAM.COM – Permasalahan pengangguran nasional masih menjadi tantangan serius memasuki tahun 2026, setelah BPS RI merilis data ketenagakerjaan terbaru yang menunjukkan bahwa hingga survei terakhir tahun 2025 terdapat sekitar 7,46 juta penduduk Indonesia yang masuk kategori menganggur dengan Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 4,85 persen. Kondisi ini menandakan bahwa meskipun perekonomian mulai pulih pasca berbagai tekanan global namun penyerapan tenaga kerja belum sepenuhnya optimal.

BPS melalui hasil Sakernas menjelaskan bahwa pengangguran paling banyak terjadi pada kelompok usia muda terutama rentang 15–24 tahun yang merupakan lulusan baru dari sekolah maupun perguruan tinggi, kelompok usia 15–19 tahun bahkan tercatat memiliki tingkat pengangguran paling tinggi dibanding kelompok umur lainnya.

Melansir dari Protimes.co (Pro Network), sementara dari sisi latar belakang pendidikan, lulusan SMA dan SMK kembali menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran nasional, situasi tersebut mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri yang terus berubah.

Daerah-daerah termasuk wilayah Penajam Paser Utara (PPU), tantangan ini juga sangat terasa karena ketersediaan lapangan kerja formal masih terbatas dan sebagian besar masyarakat bergantung pada sektor informal.

Pemerintah daerah diharapkan mampu memanfaatkan berbagai program pusat seperti pelatihan kerja, sertifikasi kompetensi, serta pengembangan wirausaha baru agar angkatan kerja muda memiliki lebih banyak pilihan.

BPS juga mencatat bahwa peningkatan jumlah angkatan kerja tidak selalu diiringi dengan penciptaan lapangan pekerjaan yang memadai sehingga persaingan kerja semakin ketat.

Kondisi ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih sehat, program peningkatan kualitas SDM, investasi padat karya, serta dukungan terhadap sektor UMKM dinilai menjadi kunci utama untuk menekan angka pengangguran dalam jangka panjang.

Data resmi ini sekaligus menjadi peringatan bahwa upaya mengurangi pengangguran harus dilakukan secara konsisten agar bonus demografi Indonesia benar-benar bisa berubah menjadi kekuatan ekonomi, bukan justru menjadi beban sosial di masa depan.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *