PROPENAJAM.COM – Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto terus mengalir dari berbagai kalangan masyarakat. Jaringan Muslim Madani (JMM) mengajak semua pihak untuk bersinergi menyukseskan program tersebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial dalam pemenuhan hak dasar warga negara, khususnya dalam bidang gizi bagi anak-anak Indonesia.
Melalui pernyataan yang disampaikan peneliti senior JMM, Haji Asep Saefudin, organisasi tersebut menilai program MBG mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian negara terhadap kesejahteraan rakyat. Program ini dinilai menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjawab persoalan gizi yang masih dihadapi sebagian masyarakat di berbagai daerah.
Menurut Asep, meskipun pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis masih menghadapi sejumlah tantangan, masyarakat tetap perlu memberikan dukungan konstruktif agar program tersebut dapat terus diperbaiki dan diperluas manfaatnya. Ia menilai kritik yang disampaikan publik seharusnya diarahkan untuk penyempurnaan pelaksanaan program, bukan untuk melemahkan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Saat ini banyak pihak yang psimis bahkan memandang sinis program MBG karena ada beberapa kejadian keracunan. Boleh kita mengkritik untuk perbaikan, agar program tersebut semakin besar dan semakin banyak masyarakat penerima manfaat,” kata peneliti senior JMM Haji Asep Saefudin.
Asep menilai masyarakat Indonesia seharusnya dapat mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjalankan program peningkatan gizi tersebut. Ia menyebut kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemimpin dalam menghadirkan keadilan sosial serta kepedulian terhadap kondisi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.
Dalam penjelasannya, Asep juga mengaitkan nilai kepemimpinan tersebut dengan kisah Khalifah Umar bin Khattab yang dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap kondisi rakyatnya. Kisah tersebut menggambarkan bagaimana seorang pemimpin secara langsung merasakan kesulitan masyarakat yang mengalami kelaparan.
“Umar Bin Khatab menemukan seorang ibu janda dan anak-anaknya yang kelaparan di masa paceklik, hingga sang ibu memasak batu dan memarahi Umar yang menurutnya tidak peduli. Menyadari kesalahannya, Umar kemudian mengambil gandum dari Baitul Mal, memikulnya sendiri, dan membantu memasak makanan tersebut untuk keluarga itu, serta berjanji untuk memberikan bantuan berkelanjutan,” tutur Asep.
JMM menilai nilai empati dan tanggung jawab pemimpin terhadap kesejahteraan masyarakat tersebut tercermin dalam kebijakan program makan bergizi nasional yang diusung pemerintah saat ini. Menurut mereka, kebijakan tersebut merupakan salah satu langkah nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang lebih baik.
Selain itu, Asep menambahkan bahwa program MBG juga memiliki potensi dampak ekonomi yang luas. Pelaksanaan program ini dinilai dapat memberikan multiplier effect bagi sektor usaha kecil dan menengah yang terlibat dalam penyediaan bahan makanan maupun distribusi kebutuhan program di berbagai daerah.
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu terobosan penting pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Di tengah tantangan pelaksanaan yang masih menyisakan catatan, mari kita dukung untuk disempurnakan sehingga banyak masyarakat yang menerima manfaatnya selain juga kita dukung program ini memberi multiplier effect khususnya pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan,” tegasnya.
JMM berharap pelaksanaan Program MBG ke depan dapat terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta berbagai lembaga terkait agar manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat Indonesia. (akpn)







Be First to Comment