PROPENAJAM.COM – Nilai ekspor sawit Indonesia pada Januari-Februari 2026 tercatat mencapai US$4,69 miliar berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Capaian tersebut menunjukkan industri sawit masih menjadi salah satu sektor penting dalam menopang devisa dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Pengamat industri sawit Edi Suhardi menilai Indonesia memiliki peluang besar membangun visi “Sawitzerland”, yakni konsep transformasi sawit nasional menuju industri yang modern, berkelanjutan, dan bernilai tambah tinggi.
Hilirisasi dan Kepastian Hukum Jadi Sorotan
Dalam analisisnya, Edi menyoroti pentingnya investasi reputasi melalui penerapan standar lingkungan seperti NDPE agar menjadi keunggulan daya saing global.
Ia juga menekankan perlunya harmonisasi kebijakan fiskal, termasuk pungutan ekspor dan bea keluar, untuk mendukung hilirisasi industri sawit.
Selain itu, kepastian hukum disebut penting guna menciptakan iklim investasi yang stabil bagi program peremajaan sawit rakyat dan modernisasi teknologi industri.
Kenaikan ekspor sawit pada awal 2026 dinilai menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisi di pasar global sekaligus meningkatkan nilai tambah produk turunan sawit nasional. (rief)







Be First to Comment