PROPENAJAM.COM – Puluhan pekerja tambang di Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menggelar aksi demonstrasi menuntut kejelasan izin usaha pertambangan (IUP) yang hingga kini belum juga diterbitkan. Aksi tersebut dipimpin oleh koordinator lapangan, Ilyas, dan diikuti oleh puluhan pekerja pria maupun wanita yang terdampak langsung akibat berhentinya operasional tambang selama lima bulan terakhir.
Dalam orasinya, Ilyas menyampaikan bahwa kondisi para pekerja saat ini semakin tertekan karena kehilangan sumber penghasilan utama. Ia menyebutkan, sebagian besar pekerja tambang di wilayah tersebut menggantungkan hidup sepenuhnya pada aktivitas pertambangan.
“Sudah lima bulan kami tidak bekerja. Banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami hanya meminta kepastian,” tegasnya di hadapan peserta aksi.

Dampak Berantai ke Ekonomi Lokal
Berhentinya aktivitas tambang tidak hanya berdampak pada pekerja, tetapi juga pada perputaran ekonomi daerah. Berdasarkan data lapangan, ribuan kepala keluarga terdampak langsung, sementara pelaku usaha kecil seperti warung makan, jasa transportasi, hingga penyedia logistik mengalami penurunan omzet hingga lebih dari 75 persen.
Penurunan pendapatan masyarakat membuat aktivitas ekonomi melemah secara signifikan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu masalah sosial seperti meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan jika tidak segera ditangani oleh pemerintah.
Para pekerja berharap pemerintah daerah maupun pusat segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat proses perizinan yang dinilai terlalu lambat dan berbelit.
Enam Tuntutan Disampaikan
Dalam aksi tersebut, pekerja menyampaikan enam tuntutan utama, yakni penerbitan IUP secepatnya, percepatan perpanjangan izin perusahaan, penyelamatan pekerja yang menganggur, pemulihan ekonomi daerah tambang, kepastian hukum dan kerja, serta penghentian birokrasi lambat yang dinilai menghambat aktivitas usaha.
Ilyas menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk aspirasi damai dan harapan agar pemerintah segera memberikan solusi nyata. Para pekerja berharap tuntutan tersebut dapat segera direspons sehingga mereka bisa kembali bekerja dan kondisi ekonomi masyarakat Muara Jawa kembali stabil. (nad)







Be First to Comment